Pages

Rabu, 12 Maret 2014

Manajemen Mutu 5

BAB V
PEMBAHASAN

A.    Perencanaan Tenaga Pendidik dan Kependidikan di RSDBI Al-Ikhlas Full Day School Lumajang
Berdasarkan hasil analisis pada bab IV bahwa dalam pengelolaan tenaga pendidik dan kependidikan di RSDBI Al-Ikhlash Full Day School Lumajang yang diawali dengan perencanaan tenaga pendidik dan kependidikan yaitu perencanaan terhadap pengadaan tenaga pendidik dan kependidikan. Bahwa pengadaan tenaga pendidik dan kependidikan di RSDBI Al-Ikhlash Full Day School Lumajang tahun 2010 ini hanya penambahan pada tenaga pendidik atau dikenal dengan sebutan guru. Pengadaan tersebut melihat dari kebutuhan RSDBI Al-Ikhlash Full Day School Lumajang yang selalu membutuhkan tenaga guru setiap tahunnya, sedangkan untuk tenaga kependidikan untuk tahun ini tidak ada penambahan. Kebutuhan tenaga pendidik ini karena jumlah siswa yang keluar dengan siswa yang masuk atau diterima lebih banyak yang masuk. Dalam hal ini suatu perencanaan menjadi penting untuk memenuhi kebutuhan dari RSDBI Al-Ikhlash Full Day School Lumajang, bahwa perencanaan merupakan suatu proses untuk menentukan kebutuhan tenaga kerja melalui peramalan, pengembangan, pengimplementasian dan pengontrolan, untuk menjalankan rencana organisasi terintegrasi, dengan arus gerakan tenaga kerja ke dalam, di dalam dan keluar organisasi, yang menjamin perusahaan untuk memiliki jumlah tenaga kerja yang tepat, diletakkan di tempat yang tepat dan secara ekonomis menguntungkan.[144]
Sejak berdirinya RSDBI Al-Ikhlash Full Day School Lumajang dalam perencanaan tenaga pendidik dan kependidikan selalu membutuhkan tenaga baru baik karena kebutuhan penambahan kelas maupun karena mutasi. Untuk tahun 2010 ini  tenaga pendidik membutuhkan empat orang untuk mengisi kekosongan dikarenakan penambahan kelas dan mutasi. Pemenuhan terhadap kekurangan tenaga pendidik diperoleh dari eksternal RSDBI Al-Ikhlash Full Day School Lumajang. Proses SDM diawali dengan memperhatikan faktor strategi dan tujuan organisasi, kemudian menganalisis kebutuhan SDM dan sumber pengadaan, baik internal maupun eksternal harus dilakukan.[145] Dalam perencanaan dimulai terlebih dahulu dengan analisis ketenagakerjaan organisasi pada saat ini, analisis tersebut mencakup dua hal yaitu: analisis ketersediaan tenaga kerja internal dan eksternal. Sumber internal adalah tersediaan tenaga kerja yang berasal dari dalam organisasi yang biasanya untuk mengisi jabatan kosong. Sedangkan eksternal yang berasal dari luar organisasi untuk memenuhi kebutuhan jumlah pegawai yang diperlukan organisasi.[146]
Sedangkan pergantian struktural di RSDBI Al-Ikhlash Full Day School Lumajang selalu terjadi pergantian sesuai dengan jabatannya yaitu jika kepala sekolah pergantiannya 4 tahun sekali, wakil kepala sekolah 2 tahun sekali, kemudian koodinator jenjang itu juga pergantiannya 2 tahun sekali, wali kelas tiap tahun, dan pemenuhan ini didapat dari internal RSDBI Al-Ikhlash Full Day School Lumajang.

B.     Pengorganisasian Tenaga Pendidik Dan Kependidikan Di RSDBI Al-Ikhlash Full Day School Lumajang
1.      Rekrutmen
Analisis di bab sebelumnya bahwa dalam tahapan perekrutan tenaga pendidik untuk tahun 2010 untuk kebutuhan tenaga pendidik yang diperoleh dari eksternal sekolah melalui pelamar langsung, getok tular atau informasi lewat kerabat dekat serta melalui pengumuman yang disebarkan lewat media. Sedangkan untuk tahun 2010 ini perekrutan direkrut dari pelamar langsung, karena sudah terlalu banyak yang melamar. Setelah menyeleksi pelamar langkah selanjutnya dalam perekrutan adalah pemrosesan informasi dari sekolah kepada pelamar. Jika dari pelamar yang masuk sudah sesuai dengan yang dibutuhkan oleh sekolah maka pihak sekolah melakukan pemanggilan terhadap pelamar yang masuk. Pemberitahuan itu dilakukan pihak sekolah melalui telpon dan surat yang ditujukan pada pelamar yang akan direkrut untuk mengikuti seleksi penemerimaan calon pegawai. Hal ini sesuai dengan pengertian dari rekrutmen tersebut yaitu suatu proses mencari, mengadakan, menemukan dan menarik para pelamar untuk dipekerjakan dalam suatu organisasi.[147]
Sedangkan dalam pergantian sruktural di RSDBI Al-Ikhlash Full Day School Lumajang yaitu dengan kepala sekolah  merekomendasikan tenaga yang ada untuk mengisi kekosongan jabatan kepada lembaga pendidikan di Yayasan Al-Ikhlash. Hal ini ada dua sumber rekrutmen yaitu internal yang berasal dari karyawan di perusahaan sekarang dan eksternal berasal dari luar perusahaan. Sumber internal melalui kebijakan dari dalam perusahaan berupa promosi, rotasi pekerjaan, transfer dan pengkaryaan kembali karyawan. Sedangkan metode internal dapat dilakukan penawaran terbuka untuk suatu jabatan tertentu, persediaan, rekomendasi dari karyawan. Pada metode eksternal pelamar mendatangi langsung bagian rekrutmen, berupa surat lamaran yang dikirim langsung ke perusahaan, melalui iklan, agen penempatan kerja, lembaga pendidikan dan pelatihan, organisasi profesi, serikat kerja, perguruan tinggi, open house, dan konsultan manajemen.[148]
Pada tenaga pendidik dan kependidikan di RSDBI Al-Ikhlash Full Day School Lumajang untuk tahun 2010 ini bahwa untuk perekrutan tenaga pendidik dilakukan hanya dengan merekrut dari pelamar yang masuk. Hal ini tidak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya tapi yang membedakan tidak melalui media atau pengumuman hanya melalui pemanggilan langsung lewat telpon dan surat. Sedangkan melalui iklan, agen penempatan kerja, lembaga pendidikan dan pelatihan, organisasi profesi, serikat kerja, perguruan tinggi, open house, dan konsultan manajemen tidak dilakukan dikarenakan pelamar yang masuk sudah memenuhi kebutuhan yang ada.


2.      Seleksi
Analisis pada bab sebelumnya bahwa seleksi di RSDBI Al-Ikhlash Full Day School Lumajang untuk mendapatkan kualitas guru yang baik, hal ini sesuai dengan pernyataan bahwa proses seleksi ini merupakan salah satu bagian terpenting  dalam keseluruhan proses manajemen sumber daya manusia. Dengan proses seleksi yang terdiri dari berbagai langkah spesifik yang diambil untuk memutuskan pelamar mana yang diterima dan ditolak.[149]
Dari analisis bab IV bahwa pelamar yang dipanggil yaitu untuk mengikuti tes seleksi, maka mereka diharuskan mengikuti prosedur yang ada di RSDBI Al-Ikhlash Full Day School Lumajang. Tahun 2010 ini, seleksi dilaksanakan pada tanggal 24 April 2010 untuk formasi tenaga pendidik yang berjumlah empat orang. Pelamar mengikuti tes seleksi yang diawali dengan tes tulis, wawancara, aplikasi komputer dan tes mengajar. Dalam seleksi tenaga pendidik dan kependidikan tidak berbeda dengan tahun sebelumnya. Untuk seleksi tenaga pendidik dan kependidikan yang membedakan adalah tes mengajar yang hanya dilakukan untuk seleksi tenaga pendidik sedangkan tenaga kependidikan tidak ada. Seleksi diawali dari tes tulis, wawancara, aplikasi komputer dan tes mengajar bagi tenaga pendidik. Untuk wawancara dimulai tentang kepribadian, agama, bahasa inggris dan bahasa arab, baca Al-qur’an, mengaji, dan loyalitas. Setelah seleksi dilaksanakan, maka pihak sekolah memberi penilaian terhadap kelulusan, sedangkan yang memberi putusan terhadap seleksi adalah pihak lembaga yang berwenang adalah Al-Ikhlash dengan usulan dari pihak sekolah melalui kepala sekolah.
Dalam proses seleksi yang dilakukan RSDBI Al-Ikhlash Full Day School Lumajang sudah sesuai dengan prosedur yang dimulai dengan penyaringan para pelamar, tes, wawancara awal, evaluasi latar belakang dan referensi, wawancara mendalam, tes kesehatan atau fisik, dan pengambilan keputusan manajemen.[150] Dimulai dari penyaringan pelamar lalu dilakukan tes dimulai dari tes tulis, tes mengajar dan aplikasi komputer, kemudian wawancara yang tidak dibedakan antara wawancara awal dan mendalam, sedangkan untuk evaluasi latar belakang dan referensi itu langsung pada tes mengajarnya kemudian dilanjutkan dengan pengambilan keputusan dengan merekomendasikan nilai hasil seleksi yang dilakukan kepala sekolah kepada lembaga pendidikan di yayasan Al-Ikhlash. Untuk tes kesehatan dari pengamatan yang dilakukan oleh peneliti tersebut belum ada, jadi menurut peneliti perlu penambahan untuk tes kesehatan sebagai jaminan bahwa pelamar yang akan diterima tersebut sehat.

3.      Penempatan Pegawai
Dalam hasil analisis yang ada di bab IV bahwa setelah pelamar dinyatakan lulus tes seleksi, langkah selanjutnya adalah penempatan pegawai. Tahun 2010 ini, hanya membutuhkan tenaga pendidik saja, sedangkan tenaga kependidikan sudah terpenuhi. Tenaga pendidik yang baru lulus mengikuti seleksi ini akan menandatangi kontrak kerja selama tiga bulan sebagai masa percobaan atau dikenal dengan masa magang. Jika lulus dari masa magang tersebut maka akan diangkat menjadi calon pegawai tetap. Masa calon pegawai tetap selama satu tahun dan jika dinyatakan lulus maka akan diangkat menjadi pegawai tetap.
Di RSDBI Al-Ikhlash Full Day School Lumajang tahun 2010 untuk masa tiga bulan sebagai masa magang maka tidak dibebankan tugas mengajar hanya sebatas masa observasi dan orientasi kelas, dan membuat laporan ditiap bulannya. Jadi dalam masa magang yang dilakukan hanya sebatas observasi, orientasi pekerjaan yang akan dikerjakan. Mereka pun dijadwalkan untuk observasi dan orientasi bagi pendidik, ia diperkenalkan dengan murid-murid yang ada, mengamati guru yang sedang mengajar, serta menjalankan tugas pendidik untuk membuat RPP. Sedangkan untuk tenaga kependidikan yaitu tenaga administrasi dan perpustakaan pun sama, mereka untuk masa magang tidak diberi beban pekerjaan yang berat masih sebatas orientasi dan observasi. Mereka langsung ditangani oleh waka-wakanya. Untuk tenaga perpustakaan pun, orientasinya pada koordinator perpustakaan tapi sekarang sudah dipegang sendiri.
Sedangkan pada masa calon pegawai yang waktunya satu tahun tersebut sudah harus mengerjakan tugas guru atau pekerjaannya yang sesungguhnya, sama halnya dengan tenaga kependidikan. Tahapan dalam penempatan ini yang diawali dengan masa magang tiga bulan kemudian dilanjutkan masa satu tahun untuk calon pegawai tetap dan selanjutnya adalah pegawai tetap itu pun jika lulus. Hal ini dilakukan bagi tenaga pendidik yang baru diterima di RSDBI Al-Ikhlash Full Day School Lumajang yang sesuai dengan pendapat Ikke Kusdyah Rachmawati bahwa karyawan baru biasanya akan mengalami masa orientasi dan sosialisasi pada pekerjaan dan lingkungan baru.[151]
Sedangkan dari hasil wawancara untuk penempatan struktural yang baru karena tidak banyak disinggung karena untuk struktural di sekolah tidak serumit di perusahaan. Karena tugas utama dari tenaga pendidik adalah mendidik dan mengajar, sedangkan untuk tugas secara struktural sebagai organisasi saja. Hal itu pun dilihat dari pengalaman tenaga pendidik tersebut layak atau tidak untuk menjabat dalam struktural di RSDBI Al-Ikhlash Full Day School Lumajang.
Menurut Siagiaan menekankan bahwa penempatan tidak hanya berlaku bagi para pegawai baru, akan tetapi berlaku pula bagi para pegawai lama yang mengalami alih tugas dan mutasi.[152] Di RSDBI Al-Ikhlash Full Day School Lumajang bahwa untuk menjabat struktural yang baru tidak mengalami alih dan mutasi, karena tugas untuk tenaga pendidik adalah mengajar dan mendidik sedangkan untuk mutasi yang dimaksudkan di RSDBI Al-Ikhlash Full Day School Lumajang adalah keluar dari sekolah tersebut.

C.    Penggerakan Tenaga Pendidik Dan Kependidikan di RSDBI Al-Ikhlash Full Day School Lumajang
1.      Pelatihan dan pengembangan
Di bab IV paparan data bahwa pelatihan dan pengembangan untuk tenaga pendidik dan tenaga kependidikan RSDBI Al-Ikhlash Full Day School Lumajang lebih mengutamakan pada tenaga pendidiknya disebabkan selain jumlah tenaga pendidiknya lebih banyak dan juga untuk mendidik anak-anak agar lebih bervariasi. Sedangkan untuk pelatihan bagi tenaga kependidikan tersebut disesuaikan dengan permintaan atau undangan dari luar. Di RSDBI Al-Ikhlash Full Day School Lumajang dalam mengadakan pelatihan bekerja sama dengan KPI, atau mengirim delegasi untuk mengikuti pelatihan. Sedangkan untuk tahun 2010 ini masih tahap rencana yang belum dilaksanakan. Pelatihan yang biasanya rutin dilakukan oleh RSDBI Al-Ikhlash Full Day School Lumajang tersebut disesuaikan kebutuhan serta untuk penyegaran bagi tenaga pendidiknya. Biasanya setiap pelatihan yang diselenggarakan oleh RSDBI Al-Ikhlash Full Day School Lumajang di waktu liburan semester atau tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar. Setelah diadakannya pelatihan maka dari pihak KPI akan mengevaluasi hasil yang didapat waktu pelatihan.
Selanjutnya yang merupakan pengembangan juga adalah pembinaan bagi semua tenaga yang ada di RSDBI Al-Ikhlash Full Day School Lumajang tidak terkecuali bagi tenaga pendidik dan kependidikan. Dengan pembinaan bisa diharapkan untuk mempertahankan kualitas yang sudah ada dan bisa lebih ditingkatkan. Untuk tahun 2010, pembinaan terus dilakukan dan itu sebagai budaya dalam RSDBI Al-Ikhlash Full Day School Lumajang, bahwa setiap hari Sabtu yang rutin dilakukan tenaga pendidik dan kependidikan diawali dengan mengaji bersama, lalu dilanjutkan dengan qiro’ati, pembinaan bahasa asing, dan mengevaluasi setiap kegiatan belajar mengajar satu Minggu sebelum, dan untuk merencanakan kegiatan belajar mengajar atau mengumpulkan RPP. Pembinaan tersebut dilakukan dengan tutor sebaya atau mengundang pihak lembaga pendidikan dari yayasan Al-Ikhlash sebagai pemateri. Dilakukannya pembinaan agar meningkatkan kemampuan bahasa asing baik bahasa Inggris maupun Bahasa Arab sehingga dapat berkomunikasi secara aktif. Tidak hanya pada kemampuan bahasa, tapi juga kemampuan membaca Al-Qur’an agar lebih baik, serta melakukan diskusi dalam menghadapi jika ada kendala dalam kegiatan belajar mengajar atau kesulitan dalam interaksi dengan peserta didik maupun dengan tenaga pendidik lainnya.
            Bentuk pelatihan dan pengembangan dalam suatu organisasi tersebut, itu disesuaikan dengan kebutuhan dari organisasi itu sendiri. Hal ini sesuai bahwa pelatihan membantu karyawan dalam memahami suatu pengetahuan praktis dan penerapannya, guna meningkatkan ketrampilan, kecakapan, dan sikap yang diperlukan oleh organisasi dalam usaha mencapai tujuan. Sedangkan untuk pengembangan dimaksudkan sebagai usaha dari pimpinan untuk menambah keahlian kerja tiap karyawan sehingga di dalam melaksanakan tugas-tugasnya dapat lebih efisien dan produktif.[153] Serta sesuai juga untuk sasaran dalam pelatihan dan pengembangan sebagai berikut: 1) Meningkatkan produktivitas kerja, 2) Meningkatkan mutu kerja, 3) Meningkatkan ketepatan dalam perencanaan SDM, 4) Meningkatkan moral kerja, 5) Menjaga kesehatan dan keselamatan, 6) Menunjang pertumbuhan pribadi.[154] Pelatihan dan pengembangan dilakukan RSDBI Al-Ikhlash Full Day School Lumajang sudah sesuai, mulai dari meningkatkan produktivitas kerja, meningkatkan mutu kerja, meningkatkan moral kerja, menunjang pertumbuhan pribadi sedangkan menurut peneliti pada meningkatkan ketepatan dalam perencanaan pada kegiatan belajar mengajar dan untuk sasaran menjaga kesehatan dan keselamatan tersebut belum perlu karena di sekolah ini bukan perusahaan yang membahayakan bagi pekerjanya. Dalam langkah-langkahnya sesuai dengan langkah-langkah pelatihan dan pengembangan yang diawali mengidentifikasi kebutuhan pelatihan, tujuan pelatihan dan pengembangan, merencanakan dan mengembangkan program dan pelatihan dan pengembangan, implementasi program, serta evaluasi dan monitoring.[155]

2.      Kompensasi
Dari paparan data di bab IV bahwa kompensasi yang diberikan kepada tenaga pendidik dan kependidikan di RSDBI Al-Ikhlash Full Day School Lumajang itu berasal dari lembaga Al-Ikhlash langsung. Jadi pihak sekolah pun tidak ikut campur dalam hal kompensasi. Dari penjelasan dari pihak tenaga pendidik dan kependidikan bahwa ada perbedaan antara tenaga yang masih magang dan masih capeg itu hanya mendapatkan. Sedangkan untuk pegawai tetap, ia akan mendapatkan gaji pokok dan tunjangan fungsional, serta bagi yang menjabat struktural akan mendapat tunjangan struktural. Selain itu juga jika ada kelebihan jam mengajar atau mengajar ekstrakurikuler. Serta ada penghargaan bagi tenaga pendidik terbaik dan juga yang sifatnya darurat yaitu tunjangan untuk melahirkan, menikah, sakit dan keluarga meninggal. Untuk setiap dua tahun sekali  akan ada kenaikan gaji pokok 20 persen, sedangkan tunjangan fungsional itu kenaikannya setiap tahun sedangkan jumlahnya dilihat dari kemampuan antara pemasukan dan pengeluaran sekolah.
Kompensasi yang dilakukan oleh RSDBI Al-Ikhlash Full Day School Lumajang sudah sesuai dengan kompensasi meliputi bentuk pembayaran tunai langsung, pembayaran tidak langsung dalam bentuk manfaat karyawan, dan insentif untuk memotivasi karyawan agar bekerja keras untuk mencapai produktivitas yang semakin tinggi.[156]


D.    Pengendalian Mutu Tenaga Pendidik Dan Kependidikan Di RSDBI Al-Ikhlash Full Day School Lumajang
Dalam analisis bab IV bahwa di RSDBI Al-Ikhlash Full Day School Lumajang untuk setiap tenaga pendidik kependidikan memiliki kendali mutu yang berupa Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) itu sebagai kendalinya. Dengan DP3 diharapkan kinerjanya akan terus dikontrol, jika tidak memenuhi syarat maka tidak akan mendapatkan kenaikan gaji. Kendali mutu tersebut langsung ditangani oleh kepala sekolah sebagai penilai kinerja dari tenaga pendidik dan kependidikan di RSDBI Al-Ikhlash Full Day School Lumajang.
Sedangkan secara struktur harus melalui manajemen terkecil yaitu mitra dan wali kelas, kemudian jika belum bisa diatasi maka ada koordinator jenjang (konjen), baru ke wakil kepala sekolah, lalu kepala sekolah itu untuk mutu proses belajar mengajar, tetapi untuk persoalan-persoalan siswa dan sebagainya itu sama hampir sama dengan itu, dari wali kelas dan mitra, wali kelas dan mitra tidak sanggup menangani maka naik ke koordinator jenjang, koordinator jenjang kemudian wakil kepala sekolah koordinasi dengan training center atau bimbingan konseling dan yang terakhir adalah kepala sekolah.
Hal ini sesuai dengan pengertian dari pengendalian bahwa proses pemantauan, penilaian, dan pelaporan rencana atas pencapaian tujuan yang telah ditetapkan untuk tindakan korektif guna penyempurnaan lebih lanjut.[157] Sedangkan unsur-unsurnya yaitu: 1) adanya proses dalam menetapkan pekerjaan yang telah dan akan dikerjakan, 2) sebagai alat untuk menyuruh orang bekerja menuju sasaran-sasaran yang ingin dicapai, 3) memonitor, menilai, dan mengoreksi pelaksanaan pekerjaan, 4) menghindarkan dan memperbaiki kesalahan, penyimpangan atau penyalahgunaan, 5) mengukur tingkat efektivitas dan efisiensi kerja. [158]
Untuk meningkatkan mutu di RSDBI Al-Ikhlash Full Day School Lumajang selalu mengutamakan pada pelanggan yaitu peserta didik. Seperti yang dipaparkan pada bab IV, setiap keputusan berdasarkan permintaan dari peserta didik. Sedangkan dalam pencegahan masalah dari manajemen terkecil yaitu wali kelas dan mitra, dan untuk manajemen atas atau kepala sekolah jika tidak bisa ditangani oleh mitra dan wali kelas, koordinator jenjang, wakil kepala sekolah, itu untuk proses belajar mengajar. Serta untuk penanganan siswa sama penyelesaiannya tapi melibatkan bagian Bimbingan Konseling (BK). Seperti yang dijelaskan oleh Edward Sallis bahwa sebuah organisasi itu mempunyai mutu, sedangkan di RSDBI Al-Ikhlash Full Day School Lumajang bisa dikatakan bermutu.
Pengendalian mutu terhadap tenaga pendidik dan kependidikan dimulai dari perencanaan sampai pada tahap penggerakan. Perencanaan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan yang berdasarkan pada analisis terhadap tenaga pendidik yang ada. Penambahan ini agar mendapatkan tenaga pendidik yang berkualitas tidak pada bidang tertentu saja misalnya tahun ini diharapkan bisa memperoleh guru matematika tetapi bisa match and sains. Setelah perencanaan tersebut langkah berikutnya adalah pengorganisasian yang terdiri dari rekrutmen, seleksi dan penempatan. Pihak RSDBI Al-Ikhlash Full Day School Lumajang mengusulkan tenaga pendidik yang sesuai dengan pesyaratan yang diajukan, kemudian diseleksi melalui berbagai tahapan, setelah lulus pun baru penempatan dengan melalui beberapa periode. Untuk menjaga kualitas tenaga yang baru direkrut maupun yang ada dilakukan dengan pelatihan dan pengembangan, serta untuk memotivasinya dengan kompensasi yang diberikan.
Untuk RSDBI Al-Ikhlash Full Day School Lumajang sendiri, masih menggunakan akreditasi pada Sekolah Standar Nasional (SSN) yang mempunyai nilai A sebab mulai tahun ajaran 2010/2011 ini diberlakukannya RSDBI Al-Ikhlash Full Day School Lumajang.



[144] Meldona, Manajemen Sumber Daya Manusia Perspektif Integratif (Malang: UIN-Malang Press, 2009), 85.
[145]  Ikke Kusdyah Rachmawati, Manajemen Sumber Daya Manusia (Yogyakarta; ANDI, 2008), 70.
[146]  Ibid. 74-75.
[147] Edy Sutrisno, Manajemen Sumber Daya Manusia (Jakarta; Kencana, 2009), 45.
[148]  Ibid., 141-147.
[149]  Sondang P. Siagian, Manajemen Sumber Daya Manusia, Cet. 16 (Jakarta; Bumi Aksara, 2008), 131.
[150]  Ikke Kusdyah Rachmawati, Manajemen Sumber Daya Manusia (Yogyakarta; ANDI, 2008),  100.
[151]  Ikke Kusdyah Rachmawati, Manajemen Sumber Daya Manusia (Yogyakarta; ANDI, 2008), 109.
[152]  Sondang P. Siagian, Manajemen Sumber Daya Manusia, Cet. 16 (Jakarta; Bumi Aksara, 2008), 169.
[153]  Edy Sutrisno, Manajemen Sumber Daya Manusia (Jakarta; Kencana, 2009), 66-67.
[154]  Ibid.  74-75.
[155] Ikke Kusdyah Rachmawati, Manajemen Sumber Daya Manusia (Yogyakarta; ANDI, 2008),  112.
[156]  Meldona, Manajemen Sumber Daya Manusia Perspektif Integratif (Malang: UIN-Malang Press, 2009), 295.
[157] Husaini Usman, Manajemen: Teori, Praktik, dan Riset Pendidikan (Jakarta: Bumi Aksara, 2009), 503.
[158] Marno, dan Triyo Supriyatno, Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan Islam (Bandung: Refika Aditama, 2008),  24-25.

Manajemen Mutu 3


BAB III
METODE PENELITIAN

Metode penelitian adalah suatu cara yang digunakan untuk melakukan kegiatan penelitian dalam rangka mencapai tujuan penelitian. Tujuan utama penelitian adalah mencari kebenaran dan memecahkan masalah tentang fenomena atau peristiwa, sehingga metode dan langkah-langkah yang ditempuh dalam penelitian harus relevan dengan rumusan masalah atau tujuan penelitian. Metode dan langkah-langkah penelitian secara operasional menyangkut beberapa hal, yaitu pendekatan dan jenis penelitian, kehadiran peneliti, lokasi penelitian, sumber data, prosedur pengumpulan data, analisis data, pengecekan keabsahan data, dan tahap-tahap penelitian.

A.    Pendekatan dan Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penggunaan pendekatan kualitatif dalam penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh data asli dan alamiah artinya suatu data yang sesuai dengan keadaan sesungguhnya dan memiliki makna mendalam, sehingga melalui pendekatan kualitatif setiap fenomena yang ada di lapangan dan berkaitan dengan tujuan penelitian dapat dipahami secara mendalam sesuai dengan kenyataan sebenarnya.
Pendekatan kualitatif merupakan pendekatan penelitian yang memerlukan pemahaman yang mendalam dan menyeluruh berhubungan dengan obyek yang diteliti bagi menjawab permasalahan untuk mendapat data-data kemudian dianalisis dan mendapat kesimpulan penelitian dalam situasi dan kondisi yang tertentu.[116] Metode penelitian kualitatif digunakan untuk mendapatkan data yang mendalam, suatu data yang mengandung makna. Makna adalah data yang sebenarnya, data yang pasti merupakan suatu nilai di balik yang tidak nampak.[117]
Penelitian ini akan dilaksanakan dengan menggunakan orientasi atau perspektif teoritis fenomenologi. Pada dasarnya landasan teoritis dari penelitian kualitatif bertumpu secara mendasar terhadap fenomenologis, karena itu fenomenologi dijadikan dasar utama sedangkan yang lain, yaitu interaksi sosial, kebudayaan, dan etnometodologi sebagai dasar tambahan.[118] Fenomenologis berpendapat bahwa kebenaran sesuatu itu dapat diperoleh dengan cara menangkap fenomena atau gejala yang memancar dari objek yang diteliti.[119] Dalam hal ini ditekankan pada aspek subjektif dari perilaku orang.[120] Penelitian kualitatif ini berorientasi pada fenomenologis.
Berdasarkan rumusan masalah dan tujuan penelitian yang dilakukan melalui pendekatan kualitatif yang berorientasi pada fenomenologis, peneliti berusaha mengumpulkan sejumlah data atau informasi secara mendalam dan mendetail mengenai manajemen pengendalian mutu manajemen tenaga pendidik dan kependidikan di RSDBI Al-Ikhlash Full Day School tahun 2010. Peneliti pun mengawali penelitiannya dengan mengamati fenomena yang terjadi di RSDBI Al-Ikhlash Full Day School Lumajang, kemudian ada  ketertarikan  sendiri bagi peneliti sehingga dilakukan  penelitian  dengan tema manajemen pengendalian mutu tenaga pendidik dan kependidikan di RSDBI Al-Ikhlash Full Day School Lumajang yang disesuaikan dengan waktu penelitian yaitu tahun 2010. Ketertarikan ini diawali dengan perbincangan santai dengan salah satu teman yang mengajar di sekolah tersebut, dan dari perbincangan tersebut yang akhirnya ditawari untuk meneliti di lembaga tempat ia mengajar.

B.   Kehadiran Peneliti
Penelitian ini dengan menggunakan pendekatan kualitatif menekankan pada pentingnya peran serta peneliti dalam proses penelitian, sehingga kehadiran dan keterlibatan peneliti bersifat mutlak. Dalam penelitian kualitatif peneliti sebagai human instrument dan dengan teknik pengumpulan data participant observation (observasi berperanserta) dan in depth interview (wawancara mendalam), maka peneliti harus berinteraksi dengan sumber data.[121] Sedangkan Moleong menjelaskan tentang kedudukan peneliti dalam penelitian kualitatif yaitu memiliki kedudukan yang cukup rumit, peneliti berperan sebagai perencana, pelaksana pengumpul data, analisis, penafsir, dan sekaligus pelapor hasil penelitian.[122]
Kedua pernyataan di atas memberikan suatu pemahaman bahwa instrumen utama dalam penelitian kualitatif adalah peneliti, oleh karenanya seorang peneliti harus berinteraksi langsung dengan sumber data. Proses interaksi ini dapat berupa partisipasi aktif, partisipasi pasif, partisipasi moderat, dan partisipasi lengkap.[123]
Berdasarkan penjelasan tersebut, maka kehadiran peneliti di lokasi penelitian dalam penelitian ini adalah berperan sebagai partisipasi pasif artinya peneliti hadir langsung di lokasi penelitian atau tempat kegiatan subyek yang diamati, tetapi tidak ikut terlibat secara langsung dalam kegiatan tersebut. Peneliti hanya mengamati dan bersifat netral terhadap semua kejadian/peristiwa yang sedang berlangsung di lokasi penelitian. Untuk memahami lokasi penelitian, peneliti mengawalinya dengan mengajukan ijin kepada kepala sekolah terlebih dahulu, memahami latar penelitian, dalam hal ini RSDBI Al-Ikhlash Full Day School Lumajang, kemudian dilanjutkan dengan membangun keakraban dengan informan. Peneliti kualitatif merupakan perencana, pelaksana, pengumpul data, penganalisis, penafsir data, dan sekaligus menjadi pelopor penelitian.
            Fungsi dan peran peneliti yang strategis, maka hubungan antara peneliti dan informan di lokasi penelitian harus dibina dengan baik, di samping itu untuk menghindari persepsi negatif dan mematuhi peraturan yang ada peneliti memberikan informasi kepada pihak RSDBI Al-Ikhlash Full Day School Lumajang, seperti identitas dan surat izin penelitian, hal ini dimaksudkan agar peneliti dapat memperoleh data yang diperlukan secara utuh dan mendalam.
Penelitian ini dilakukan oleh peneliti dengan cara terjun langsung di RSDBI Al-Ikhlash Full Day School Lumajang dan mengadakan komunikasi dengan kepala sekolah, tenaga pendidik dan kependidikan. Selama penelitian peneliti sering berada di RSDBI Al-Ikhlash Full Day School Lumajang untuk mengadakan pengamatan tidak setiap hari mengingat informan mempunyai jadwal yang relatif padat, serta peneliti yang mempunyai kesibukan keluarga, mengajar dan sebagai tenaga administrasi di perguruan tinggi swasta. Sehingga sangat sedikit waktu mereka dan peneliti yang bisa digunakan untuk mendapatkan data baik dokumen maupun melalui wawancara dan ini di lakukan  juga untuk menghindari perasaan terganggu oleh kehadiran peneliti. Untuk diperoleh informasi dan data selengkap mungkin untuk pengungkapan makna, peneliti pun mengkaji kembali data yang sudah diperoleh baik lewat pengamatan, dokumen maupun hasil wawancara sehingga bisa menetapkan bahwa suatu data yang diperoleh masih bersifat umum atau sudah cukup, atau masih perlu ditambah lagi.
Peran peneliti dalam penelitian ini adalah sebagai pengamatan berperan serta sebagai penelitian yang bercirikan interaksi sosial yang memakan waktu cukup lama antara peneliti dengan subyek dalam lingkungan subyek, dan selama itu data dalam bentuk catatan lapangan dikumpulkan secara sistematis dan berlaku tanpa gangguan. Dengan membaur bersama tenaga pendidik dan kependidikan di RSDBI Al-Ikhlash Full Day School Lumajang peneliti dapat mengadakan pengamatan secara langsung terhadap obyek penelitian, serta juga mengadakan interaksi yang baik mereka dengan harapan  akan membantu peneliti pada tahapan selanjutnya. Tindakan peneliti ini ditunjang oleh perilaku personil para tenaga pendidik dan kependidikan yang cukup terbuka dan hangat membuat peneliti mudah diterima di lingkungan  RSDBI Al-Ikhlash Full Day School Lumajang sehingga sangat membantu peneliti dalam mengumpulkan data baik data dalam bentuk dokumen serta pelaksanaan wawancara.

C.   Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di RSDBI Al-Ikhlash Full Day School Lumajang yang beralamat di jalan Bengawan Solo no 68 Kelurahan Jogotrunan RT. 02 RW. 16 Lumajang Propinsi Jawa Timur. Pada tahun 2006 telah terakreditasi dengan nilai A. Selama lima tahun berdirinya SD Al-Ikhlash Full Day School Lumajang tanggal 10 Juli 2001 sudah diakreditasi. Di tahun 2009 lebih tepatnya tanggal 25 Juli 2009 kepala SD Al-Ikhlash, Umi Nahariyah menandatangani nota kesepahaman yang juga ditandatangi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang Winhatmo Hari Surya. Sebagai pertimbangannya adalah sekolah ini di tahun 2007  membuka kelas bahasa asing (Inggris), seluruh gurunya berijazah S-1, dan berbagai pertimbangan lainnya.[124]
Didirikannya SD Al-Ikhlash Full Day School Lumajang untuk memajukan dunia pendidikan serta menjawab tuntutan kebutuhan masyarakat terhadap lembaga pendidikan Islam yang berkualitas. Sebuah sekolah dasar plus yang mengintegrasikan kurikulum pendidikan formal, non formal, keagamaan dan kemasyarakatan dalam satu sistem pendidikan yang dilaksanakan sepanjang hari (full day school). Semula SD Al-Ikhlash Full Day School Lumajang menjadi RSDBI Al-Ikhlash Full Day School Lumajang. Penentuan lokasi penelitian didasarkan pada beberapa pertimbangan, yaitu:
a.  RSDBI Al-Ikhlash Full Day School Lumajang merupakan satu-satunya lembaga pendidikan Islam pada jenjang sekolah dasar di Lumajang yang menjadi rintisan sekolah dasar bertaraf internasional.
b.  Rintisan Sekolah Dasar Bertaraf Internasional (RSDBI) Al-Ikhlash Full Day School Lumajang mengalami kemajuan dalam waktu 8 tahun didirikan tersebut sudah berganti nama yang awalnya Sekolah Dasar Al-Ikhlash Full Day School Lumajang menjadi Rintisan Sekolah Dasar Bertaraf Internasional (RSDBI) Al-Ikhlash Full Day School Lumajang.

D.  Sumber Data
Sumber data adalah subyek dari mana data dapat diperoleh.[125] Lofland dan Lofland mengemukakan bahwa sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah kata-kata dan tindakan selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen, dan lain-lain.[126] Data dalam penelitian diperoleh melalui dua sumber data, yaitu sumber primer dan sekunder. Sumber primer yaitu sumber data yang dikemukakan sendiri oleh pihak yang hadir langsung pada waktu kejadian yang digambarkan tersebut berlangsung, dan data sekunder merupakan sumber data yang digambarkan oleh bukan orang yang ikut mengalami pada waktu kejadian berlangsung.[127]
Sedangkan sumber data  dari penelitian ini ditekankan pada sumber data manusia, yaitu tenaga pendidik dan kependidikan yang bisa memberikan informasi obyektif tentang manajemen pengendalian mutu tenaga pendidik dan kependidikan di RSDBI Al-Ikhlash Full Day School Lumajang. Untuk subyek penelitian ini terdiri dari kepala sekolah, wakil dalam hal ini wakil bagian kurikulum dan wakil bagian kesiswaan dan hubungan masyarakat (humas), tenaga pendidik dan kependidikan.
Pemilihan subyek penelitian (informan) dilakukan dengan teknik purposive sampling yaitu teknik pengambilan sumber data dengan pertimbangan tertentu dengan tujuan untuk menentukan informan kunci, selanjutnya teknik ini dikembangkan seperti bola salju dengan menggunakan teknik snowball sampling, yaitu teknik pengambilan sampel sumber data yang menggunakan falsafah bola salju, dimana pada awalnya sedikit atau kecil, lama-lama menjadi besar atau banyak. Teknik ini dilakukan karena dari jumlah sumber data yang sedikit belum memberikan data yang memuaskan, maka mencari orang lain yang dapat digunakan sebagai sumber data dengan demikian sampel sumber data akan semakin besar seperti bola salju yang menggelinding, lama-lama menjadi besar.[128]
Sumber data primer diperoleh dari hasil wawancara dan observasi. Wawancara dilakukan dengan informan yaitu pihak Kepala sekolah, wakil kepala sekolah, tenaga pendidik dan kependidikan RSDBI Al-Ikhlash Full Day School Lumajang. Data primer juga diperoleh dari hasil observasi langsung terhadap peristiwa yang ada di lokasi penelitian dan memiliki kaitan dengan manajemen pengendalian mutu tenaga pendidik dan kependidikan RSDBI Al-Ikhlash Full Day School Lumajang. Data sekunder dalam penelitian ini sangat berguna sebagai bahan pembanding dan memperkuat data di lapangan. Data sekunder diperoleh dari studi dokumentasi terhadap sumber tertulis, dan foto-foto di lokasi penelitian, serta dokumen lain di luar lokasi penelitian yang ada kaitannya dengan manajemen mutu terpadu tenaga pendidik dan kependidikan di RSDBI Al-Ikhlash Full Day School Lumajang.
Kepala sekolah Ibu Umi Nahariyah adalah informan pertama yang ditemui dan diwawancarai  untuk dijadikan sumber data. Kepala sekolah dijadikan informan karena sebagai sentral yang bertanggung jawab atas tenaga pendidik dan kependidikan. Kepala sekolah sebagai pusat manajemen tenaga pendidik dan kependidikan yang dimulai dari perencanaan, rekrutmen, seleksi, penempatan pegawai, pelatihan dan pengembanngan, kompensasi dan pengendalian terhadap tenaga pendidik dan kependidikan. Dari kepala sekolah ini peneliti banyak memperoleh informasi  yang berkaitan  dengan  empat fokus penelitian.
Wakil kepala sekolah bagian Kurikulum ibu Khojiah, dan bagian kesiswaan dan hubungan masyarakat ibu Puji Lestari dijadikan informan atas pemberitahuan dari kepala sekolah disebabkan mereka dalam kapasitasnya  sebagai orang yang banyak terlibat dalam kegiatan yang terkait dengan proses  sumber daya manusia sebagai pengelola pendidikan di sekolah. Sehingga sangat diperlukan untuk memperoleh data yang berhubungan  dengan  fokus penelitian. Dalam  penjelasan tentang perencanaan tenaga pendidik dan kependidikan, mereka cukup terbuka  dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan  peneliti selama wawancara. Peneliti banyak mendapatkan informasi tentang perencanaan sampai pada tahap pengendalian mutu tenaga pendidik dan kependidikan di sekolah.
Untuk memenuhi data mulai fokus 1, yang banyak diperoleh dari kepala sekolah dan wakilnya, untuk fokus dua sampai tentang rekrutmen, seleksi,  penempatan pegawai, pelatihan dan pembinaan, dan pengendalian diperoleh dari wawancara dengan tenaga pendidik dan kependidikan. Selain kepala sekolah dan wakilnya, juga tenaga pendidik yang menjabat jadi koordinator jenjang atas yang disebut koordinator jenjang (konjen) atas yaitu ibu Risdina Darajati, serta dua orang tenaga kependidikan yaitu tenaga perpustakaan dengan Umi Nadhiroh dan Diah Widiarti untuk tenaga administrasinya.
Untuk melengkapi semua data juga memerlukan informasi dari pendidik yang baru direkrut dalam masa percobaan dan pendidik yang masih calon pegawai karena tidaklah mungkin penelitian tentang manajemen pengendalian mutu tenaga pendidik dan kependidikan tanpa informasi  dari yang lainnya.

E.   Prosedur Pengumpulan Data
Proses mengumpulkan data, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut:
1)      Observasi (pengamatan), Metode ini menggunakan pengamatan atau penginderaan langsung terhadap suatu benda, kondisi, situasi, proses, atau perilaku.[129] Pengamatan dilakukan terhadap peristiwa yang ada kaitannya dengan manajemen pengendalian mutu tenaga pendidik dan kependidikan di RSDBI Al-Ikhlash Full Day School Lumajang. Dalam pengamatan yang dilakukan peneliti adalah waktu seleksi tenaga pendidik yang dilakukan di bulan April. Para pelamar melakukan seleksi mulai dari tes tulis, wawancara, aplikasi komputer dan tes mengajar. Serta kegiatan rutin yang dilakukan para pendidik di hari sabtu yang tidak ada kegiatan belajar mengajar.
2)      Wawancara (Interview) adalah percakapan dengan maksud tertentu oleh dua pihak, yaitu pewawancara (interviewer) dan terwawancara (interviewee). Estenberg mendefinisikan wawancara sebagai pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu. Wawancara dibedakan menjadi tiga, yaitu wawancara terstruktur, semi terstruktur, dan tidak terstruktur.[130] Teknik wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara semi terstruktur. Tujuan dari teknik wawancara ini adalah untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka, yakni pihak yang diajak wawancara diminta pendapat dan ide-idenya.
Teknik ini digunakan untuk mengetahui secara mendetail tentang kegiatan dalam manajemen pengendalian mutu tenaga pendidik dan kependidikan yang dilakukan oleh informan. Dalam wawancara ini ada unsur utama yang perlu diperhatikan, yaitu ketepatan jawaban dan kebenarannya jika disesuaikan dengan fakta. Wawancara harus dilakukan secara terbuka untuk menggali pandangan unsur-unsur sekolah tentang masalah yang akan diteliti, dan harus dilakukan dalam waktu dan konteks yang tepat untuk mendapatkan data akurat, dan tentunya hal ini harus dilakukan secara berkesinambungan sampai mencapai tujuan penelitian. Interview dimaksudkan untuk mengkonstruksi mengenai orang, kejadian, kegiatan, organisasi, perasaan, motivasi, tuntutan kepedulian  dan lain lain. Kebulatan  wawancara  berstruktur dan tak berstruktur.
Ketika melakukan wawancara mendalam terhadap informan peneliti sebelumnya sudah menyiapkan daftar pertanyaan yang akan diajukan  kepada informan tentang manajemen pengendalian mutu tenaga pendidik dan kependidikan. Kadangkala peneliti sendiri mengalami ketidak pahaman dari jawaban yang diberikan yang diberikan oleh informan tersebut dan ini membuat peneliti  harus mengulang pertanyaan  yang telah dilontarkan kembali sehingga peneliti mendapatkan jawaban yang dibutuhkannya.
3)      Dokumentasi, teknik ini dilakukan dengan cara menelaah dokumen-dokumen resmi, arsip, dan literatur penting yang berkaitan dengan masalah penelitian, sehingga berguna untuk melengkapi hasil penelitian. Alasan penggunaan teknik ini untuk keperluan penelitian menurut Guba dan Lincold adalah:
Dokumen merupakan sumber yang stabil, kaya, dan mendorong; berguna sebagai bukti untuk suatu keperluan; bersifat alamiah, sesuai dengan konteks lahir dan berada dalam konteks, sehingga sesuai dengan penelitian kualitatif; dokumen relatif murah dan mudah diperoleh; tidak reaktif sehingga sulit ditemukan dengan teknik kajian isi; melalui pengkajian isi akan membuka kesempatan untuk lebih memperluas tubuh pengetahuan terhadap sesuatu yang diselidiki.[131]


F.   Analisis Data
Analisis data menurut Bogdan adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain, sehingga dapat dipahami dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain.[132] Dari rumusan tersebut dapatlah peneliti menarik garis bahwa  analisis data bermaksud diawali dengan mengorganisasikan data. Data yang  terkumpul  banyak sekali dan terdiri dari catatan lapangan dan komentar peneliti, gambar, foto dokumen berupa  laporan, biografi, artikel dan sebagainya. Pekerjaan analisis data dalam hal ini ialah mengatur, mengurutkan, mengelompokkan dan mengkategorikannya.
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif model Interaktif Miles dan Huberman. Miles dan Huberman mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus-menerus sampai tuntas, sehingga data jenuh. Aktivitas data analisis data, yaitu data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification.[133]
Model interaktif Miles dan Huberman dalam analisis data ditunjukkan pada gambar di bawah ini:


 








Gambar 3.1
Teknik analisis data model interaktif Miles dan Huberman

  1. Data Collection (Koleksi Data)
Koleksi data merupakan data yang muncul berwujud kata-kata dan bukan rangkaian angka. Data itu dikumpulkan dalam aneka macam cara (observasi, wawancara, dan studi dokumentasi) dan yang biasanya diproses kira-kira sebelum belum siap digunakan (melalui pencatatan, pengetikan dan penyuntingan).[134]  Penelitian kualitatif akan memperoleh jumlah data yang banyak, kompleks, rumit, dan data cenderung terkesan tidak bermakna. Data dalam penelitian ini berupa data dari hasil wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Data yang terkumpul dan bersifat heterogen tersebut, kemudian dilakukan analisis reduksi data.[135]

  1. Data Reduction (Reduksi Data)
Reduksi data diartikan sebagai proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan dan tranformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan tertulis di lapangan. Secara singkat dapat dijelaskan bahwa dengan reduksi data peneliti dapat menyeleksi, menyederhanakan, dan mentransformasikan data yang diperlukan dengan jalan menggolongkan ke dalam
data umum dan data fokus, mengarahkan, dan membuang data yang tidak diperlukan.[136]
c.       Data display (Sajian Data)
Data display sebagai sekumpulan informasi yang tersusun, sehingga memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Melalui penyajian data dapat dipahami apa yang sedang terjadi dan apa yang harus dilakukan.[137]
  1. Kesimpulan/Verifikasi
Penarikan kesimpulan atau verifikasi data merupakan kegiatan untuk menarik makna dari data yang ditampilkan. Pada tahap ini, peneliti berusaha mencari makna dari data yang telah direduksi dan tergali ataupun terkumpul dengan jalan membandingkan, mencari pola, tema, hubungan persamaan, mengelompokkan, dan memeriksa hasil yang diperolah dalam penelitian.[138]


G.   Pengecekan Keabsahan Data
Hasil penelitian agar dapat dipertanggungjawabkan dan dapat dipercaya oleh semua pihak perlu diadakan pengecekan keabsahan data. Tujuannya adalah untuk membuktikan bahwa apa yang diamati oleh peneliti sesuai dengan apa yang
sesungguhnya ada di lapangan. Dalam penelitian kualitatif temuan atau data penelitian dapat dinyatakan valid apabila tidak ada perbedaan antara yang di laporkan peneliti dengan apa yang sesungguhnya terjadi pada obyek yang diteliti.[139]
Teknik pengecekan keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi perpanjangan waktu pengamatan, ketekunan pengamatan, dan triangulasi.
a. Perpanjangan waktu pengamatan
Kehadiran peneliti dalam penelitian kualitatif sangat menentukan proses pengumpulan data. Waktu singkat belum cukup menentukan untuk mengamati gejala-gejala yang terjadi, maka diperlukan perpanjangan pengamatan. Perpanjangan pengamatan berarti peneliti kembali ke lapangan melakukan pengamatan, wawancara lagi dengan sumber data yang pernah ditemui maupun sumber data baru dan melakukan studi dokumentasi sebagai tambahan data pendukung. Perpanjangan pengamatan akan melahirkan hubungan peneliti dengan subyek akan semakin terbentuk, akrab, terbuka, dan saling mempercayai, sehingga tidak ada informasi yang disembunyikan.[140]
b.  Ketekunan Pengamatan
Moleong mengemukakan bahwa ketekunan pengamatan berarti mencari konsisten interpretasi dengan berbagai cara dalam kaitannya dengan proses analisis yang konstan atau tentatif. Mencari suatu usaha yang membatasi berbagai pengaruh. Mencari apa yang dapat diperhitungkan dan apa yang tidak dapat. Ketekunan pengamatan melakukan pengamatan secara lebih cermat dan berkesinambungan, akan memberikan kepastian data dan urutan peristiwa dapat direkam secara pasti dan sistematis.[141]
c.  Triangulasi
Menurut Miles dan Huberman bahwa triangulasi sebagai tambahan, penggambaran, proses tersebut sesuai dengan mereka berbicara mengenai penyahihan satu temuan dengan merendahkan bahwa temuan tersebut yang mengalami pengujian berupa pengukuran yang tidak sempurna. Triangulasi terdiri atas menarik kembali rangkaian hubungan sebab akibat yang paling masuk akal dari rancangan program untuk mengerjakan hasil sementara untuk memperoleh hasil akhir, mencoba untuk bisa mendapatkan lebih dari satu ukuran dari lebih satu sumber untuk setiap kaitan dalam rangkaian.[142]
Ada empat macam triangulasi sebagai teknik pemeriksaan yang memanfaatkan penggunaan sumber, metode, dan teori. Triangulasi dengan sumber berarti membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam penelitian kualitatif. Hal ini dapat dicapai melalui membandingkan data hasil pengamatan dengan hasil wawancara, dan juga membandingkan hasil wawancara dengan isi dokumen yang berkaitan. Pada triangulasi sebagai metode ada dua strategi bahwa pengecekan derajat kepercayaan penemuan hasil penelitian beberapa teknik pengumpul dan pengecekan derajat kepercayaan beberapa sumber data dengan metode yang sama, atau cara lain yaitu membandingkan hasil pekerjaan analis dengan analis lainnya. Sedangkan triangulasi sebagai teori bahwa hal itu dapat dilaksanakan dan hal itu dinamakan penjelasan banding.[143]
Teknik triangulasi dalam penelitian ini dilakukan dengan beberapa cara, yaitu membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara, membandingkan hasil wawancara dengan isi dokumen yang berkaitan, membandingkan berbagai pendapat atau pandangan dari informan, seperti tenaga pendidik dan kependidikan di RSDBI Al-Ikhlash Full Day School Lumajang.

H.   Tahap-tahap Penelitian
Penelitian ini dilakukan melalui tahap-tahap sebagai berikut:
  1. Tahap Pra-lapangan
Tahap pra-lapangan, yaitu tahap yang dilakukan sebelum penelitian dilaksanakan. Kegiatan dalam tahap pra-lapangan meliputi:
a.       Menyusun Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian ini berisi: latar belakang masalah dan alasan pelaksanaan penelitian, rumusan masalah penelitian, pemilihan lokasi penelitian, penentuan jadwal penelitian, rancangan pengumpulan data, rancangan prosedur analisis data, dan rancangan pengecekan keabsahan data. Dalam  menyusun  rancangan penelitian ini peneliti mengajukan  judul tesis pada dosen pembimbing satu Bapak Dr. Ahidul Asror, M.Ag. dan pembimbing dua Ibu Hj. Dr. Titiek Rohanah Hidayati, M.Pd. yang menilai apakah judul yang diajukan sudah sesuai dengan program studi manajemen pendidikan agama Islam. Setelah mendapatkan persetujuan dari pembimbing satu dan pembimbing dua maka peneliti disarankan untuk menyusun proposal dan peneliti mendapatkan pengarahan yang ada kaitannya dengan tema penelitian sampai dilaksanakannya seminar proposal. (proses ini dilakukan  mulai   tanggal 6 Pebruari sampai 1 April 2010)
2)   Memilih lapangan penelitian
Peneliti sempat kesulitan untuk mencari tempat penelitian sampai akhirnya berbincang-bincang dengan Puji Lestari untuk lokasi penelitian. Dia menawarkan untuk lokasi penelitian dimana tempat ia mengajar. Dengan pertimbangan tersebut peneliti mencoba melakukan survei awal terhadap RSDBI Al-Ikhlash Full Day School Lumajang. Karena keberhasilannya dalam mengelola sekolah, yang semula bernama SD Al-Ikhlash Full Day School Lumajang sejak berdirinya tahun 2001 menjadi RSDBI Al-Ikhlash Full Day School Lumajang di tahun 2009. Peneliti menilai dengan keberhasilan tersebut tidak lepas dari sumber daya manusianya yaitu tenaga pendidik dan kependidikan di dalam mempertahankan mutu. Dalam menentukan lapangan penelitian, perlu mempertimbangkan  teori substantif, apakah  terdapat kesesuaian dengan kenyataan di lapangan. Di samping itu perlu  juga mempertimbangkan  keterbatasan  waktu, biaya dan tenaga. (dilakukan tanggal 1-6 Pebruari 2010)
3)   Perizinan
Sehubungan dengan penelitian yang dilaksanakan di luar kampus dan merupakan lembaga pendidikan, maka pelaksanaan penelitian ini memerlukan izin dengan prosedur sebagai berikut, yaitu permintaan surat pengantar dari Program Pasca Sarjana Manajemen Pendidikan Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Jember sebagai permohonan izin penelitian yang diajukan kepada Kepala RSDBI Al-Ikhlash Full Day School Lumajang. (dilakukan 20 April 2010)
4)      Menjajaki dan menilai keadaan lapangan
Hal ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran umum tentang  manajemen pengendalian mutu tenaga pendidik dan kependidikan di RSDBI Al-Ikhlash Full Day School Lumajang. Selanjutnya peneliti juga mempelajari tentang latar penelitian di sekolah tersebut sehingga peneliti dapat mempersiapkan diri baik fisik maupun mental serta menyiapkan  segala sesuatu yang diperlukan  dalam penelitian. Pengenalan lapangan  dimaksudkan pula  untuk menilai keadaan, situasi, latar dan konteksnya apakah terdapat kesesuaian dengan masalah, hipotesis, teori substantif, seperti yang digambarkan  dan dipikirkan sebelumnya oleh peneliti.
5)      Memilih dan memanfaatkan informan
Untuk memperoleh informasi tentang situasi dan kondisi latar penelitian, informan tersebut adalah  orang yang mengetahui  secara mendalam  tentang manajemen pengendalian mutu tenaga pendidik dan kependidikan di RSDBI Al-Ikhlash Full Day School Lumajang. Disamping menetapkan siapa saja yang dijadikan sebagai kunci informan dan perlu juga menentukan informan biasa.(dilakukan pada tanggal 26 Mei 2010)
6)       Menyiapkan perlengkapan penelitian. Dalam menyiapkan penelitian peneliti menyiapkan seperti alat perekam, alat-alat tulis.
7)      Etika penelitian
Untuk penelitian kualitatif, orang sebagai  alat  sebagai instrumen mengumpulkan data, sehingga perlu memperhatikan etika dalam pergaulan. Dalam hal peneliti harus memperkenalkan diri tujuan dan maksud kedatangannya, peneliti juga harus menghargai informan, peneliti juga harus mematuhi peraturan, memegang rahasia jika tidak dikehendaki untuk dipublikasikan, dan menulis semua kejadian secara jujur atau tidak mengubah data aslinya.
  1. Tahap Pekerjaan Lapangan
Terbagi atas tiga bagian, yaitu;
a.         Memahami latar penelitian dan persiapan diri
Di samping mempersiapkan diri, peneliti harus juga memahami latar penelitian agar dapat menentukan model pengumpulan datanya, melalui observasi atau wawancara atau dokumentasi. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan cara observasi, wawancara dan dokumentasi untuk pengumpulan data.
b.         Memasuki lapangan
Ketika memasuki lapangan, peneliti harus menjalin hubungan yang akrab dengan subyek penelitian, dengan menggunakan tutur bahasa yang  baik, akrab, dengan tetap menjaga etika pergaulan dan norma norma yang berlaku  di dalam lapangan penelitian tersebut.
c.         Berperan serta  sambil mengumpulkan  data
Dalam mengumpulkan data dilapangan, peneliti harus merekam data  yang diperolehnya ke dalam pita kaset, untuk data diperoleh dari wawancara, dokumentasi di simpan dalam soft copy.
  1. Tahap analisis data
Pada tahap  pengelolaam data ini,  peneliti menggunakan data data yang  telah diperolehnya, kemudian diatur, diurutkan, dikelompokkan dengan  memberinya kode dan mengkategorikannya. Pengorganisasian dan pengelolaan data tersebut bertujuan menemukan tema dan hipotesa kerja. (Proses  pengelolaan data dilakukan bulan Mei-Juni 2010)


[116] Iskandar, Metodologi Penelititan Pendidikan dan Sosial (Kuantitaif dan Kualitatif) (Jakarta: Gaung Persada Press, 2009), 17.
[117] Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R  & D  (Bandung: Alfabeta, 2008), 15.
[118]  Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, 2006), 14
[119]  Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian (Jakarta: PT. Renika Cipta, 2005), 12.
[120] Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, 2006), 17.     
[121] Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R  & D  (Bandung: Alfabeta, 2008), 17-18.
[122]  Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, 2006), 168.
[123]  Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif  (Bandung: Alfabeta, 2005), 65-66.
[124]  PGRI Kabupaten Lumajang, “Berkat Kerja Keras dan Inovasi SD Al-Ikhlash Ditetapkan Sebagai RSDBI”, Suara PGRI, 05 (September 2009), 19.
[125]  Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian (Jakarta: PT. Renika Cipta, 2005), 107.
[126]  Jhon Lofland & Lyn H. Lofland, Analyzing Social Settings: A Guide to Qualitative Observation and Analysis (Belmont, Cal.: Wads worth Publishing Company, 1984), 47. dalam Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, 2006), 157.
[127]  Suharsimi Arikunto, Manajemen Penelitian (Jakarta: Rineka Cipta, 2000), 83.
[128]  Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R  & D  (Bandung: Alfabeta, 2008), 300.
[129] Sanapiah Faisal, Format-format Penelitian Sosial, Dasar-dasar dan Aplikasi (Jakarta: RajaGrafindo, 2005), 52.
[130]  Kristin G. Esterberg, Qualitative Methods in Social Research (New York: Mc Graw Hill, 2002). Dalam Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif,  (Bandung: Alfabeta, 2005), 72-73.
[131] Egon G. Guba & Yvonna S. Lincoln, Effective Evaluation, (San Fransisco; Jossey-Bass Publishers, 1981), 235. dalam Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, 2006), 217.
[132]  Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif  (Bandung: Alfabeta, 2005), 88.
[133]  Matthew B. Miles dan A. Michael Hubberman, Analisis Data Kualitatif, terj. Tjetjep Rohendi Rohidi; Pendamping Mulyanto. Cet. 1. (Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia (UI Press), 1992), 16.
[134] Ibid., 15.
[135] Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif  (Bandung: Alfabeta, 2005), 92.
[136] Matthew B. Miles dan A. Michael Hubberman, Analisis Data Kualitatif, terj. Tjetjep Rohendi Rohidi; Pendamping Mulyanto. Cet. 1. (Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia (UI Press), 1992), 16-17.
[137]  Ibid., 17.
[138]  Ibid., 19-20.
[139]  Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif  (Bandung: Alfabeta, 2005), 119.
[140] Abuddin Nata, Ilmu Pendidikan Islam Dengan Pendekatan Multidisipliner: Normatifperenialis, Sejarah, Filsafat, Psikologi, Sosiologi, Manajemen,Teknologi, Informasi, Kebudayaan, Politik, Hukum (Jakarta: Rajawali Pers, 2009), 373.
[141]  Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, 2006),  329.
[142]  Matthew B. Miles dan A. Michael Hubberman, Analisis Data Kualitatif, terj. Tjetjep Rohendi Rohidi; Pendamping Mulyanto. Cet. 1. (Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia (UI Press), 1992), 434-436
[143]  Michael Quinn Patton, Qualitatif Evaluation Methods (Beverly Hills: Sage Publications, 1987), 327-331. Dalam Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, 2006), 330-331.